Showing posts with label Soccer. Show all posts
Showing posts with label Soccer. Show all posts

Friday, February 25, 2011

Nurdin halid langgar statuta FIFA

Nurdin Halid anti menyerah


Lagi, muncul suara yang menginginkan agar Nurdin Halid tak lagi sampai menduduki jabatan Ketua Umum PSSI. Alasannya masih sama, Nurdin adalah mantan terpidana kasus korupsi sehingga tak layak memimpin sebuah federasi sepakbola.

Pernyataan itu disampaikan gerakan Save Our Soccer (SOS) dalam pernyataan pers mereka. Pernyataan tersebut dilempar terkait makin dekatnya pemilihan Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015 bulan depan. Saat ini ada empat bakal calon Ketum PSSI: Nurdin, George Toisutta, Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro.

Nama keempatnya kini berada di tim verifikasi. Baru pada 19 Maret nanti tim tersebut akan mengumumkan siapa-siapa saja yang layak untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum PSSI. Namun, yang jelas, SOS meminta agar Nurdin tak diloloskan karena dirinya ernah terganjal kasus korupsi.

SOS kemudian menulis empat poin mengenai rekam jejak Nurdin:

1. Pernah menjadi terpidana dalam kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar tahun 2007 dan telah divonis 2 tahun penjara.

2. Diduga terjerat kasus suap pada pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia (baca: kasus korupsi cek pelawat). Hamka Yamdu selaku terdakwa di persidangan di PN Tipikor (27/4/2010) bahkan menyebutkan Nurdin Halid menerima Rp 500 juta.

3. Putusan Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (2/2/2011) mengungkapkan bahwa Nurdin Halid menerima uang sebesar Rp 100 juta dari Aidil Fitri, mantan Manajer Persisam yang telah terbukti melakukan korupsi dana APBD untuk klub senilai Rp 1,7 Miliar.

“Padahal jika berdasarkan statuta FIFA bahwa terpidana tidak boleh menjabat sebagai ketua PSSI. Hal ini tersirat dalam statuta FIFA Pasal 32 ayat 4 yang berbunyi, ‘The members of the Executive Committee… must not have been previously found guilty of a criminal offence.’ Artinya, anggota komite eksekutif tidak boleh pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal,” tulis SOS.

“Berdasarkan hal diatas Save Our Soccer meminta, Panitia Seleksi PSSI/ Tim Verifikasi, mencoret NH sebagai bakal calon ketua umum PSSI karena pencalonannya dinilai melanggar ketentuan dalam statuta FIFA , UU SKN tahun 2005 dan PP Nomor 16 Tahun 2007 bahwa terpidana korupsi tidak boleh menjadi ketua umum induk organisasi olahraga (termasuk pula sepakbola).”

Tak hanya Nurdin, secara adil SOS juga meminta kepada tim verifikasi untuk melihat background para bakal calon yang lain, tanpa kecuali.

“Panitia Seleksi PSSI juga harus memaparkan rekam jejak semua calon ketua umum kepada publik secara transparan,” demikian mereka.


http://sepakbola.com/news/2011-02-12...r-statuta-fifa

Thursday, February 24, 2011

Daftar 10 back terbaik di Dunia sepanjang Masa

Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol. Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,

Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

10. Daniel Passarella (Argentina)


Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini. Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.
Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate.

9. Giacinto Facchetti (Italia)


Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.
Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100.

8. Lothar Matthaus (Jerman)


Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya.
Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg.


7. Fabio Cannavaro (Italia)

Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A.

6. Roberto Carlos (Brasil)


Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan, termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.
Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.

5. Lilian Thuram (Prancis)


Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

4. Franco Baresi (Italia)


Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.

3. Bobby Moore (Inggris)


Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.
Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

2. Paolo Maldini (Italia)


Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.
Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.

1. Franz Beckenbauer (Jerman)


Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada “Sang Kaisar”. Buktinya, banyak pemain yang merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya di lapangan sangat elegan.

Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.

http://www.kaskus.us

Thursday, February 3, 2011

Status Mario Teguh di FB Tentang TIMNAS

Status Mario Teguh di FB tentang TIMNAS
“Sahabat Indonesia yang super,
Jangan tukarkan perhitungan lewatnya bola
melalui gawang, dengan kemampuan
bermain bola yang sesungguhnya.
Kita menghormati keputusan Tuhan
untuk melebihkan skor lawan kita,
tapi kita harus lebih bersyukur
karena malam ini Tuhan menampilkan
potensi kecemerlangan kita sebagai bangsa.
Malam ini bangsa Indonesia menang,
karena kesetiaannya untuk berlaku benar dan anggun.
Viva Indonesia!
Sumber: http://www.beritaunik.net/olahraga/status-mario-teguh-di-fb-tentang-timnas.html

Saturday, January 22, 2011

10 Momen abadi di Piala Dunia


10. Brasil vs Polandia, France 1938
Orang Brasil yang mencetak gol tanpa memakai sepatu

PSSI Akan Serahkan 99 Persen Saham Kepada Klub




Ketua umum PSSI Nurdin Halid mengungkapkan, dalam rentang dua bulan ke depan, induk organisasi sepakbola nasional ini akan menyerahkan 99 persen saham PT Liga Indonesia kepada klub yang berlaga di Superliga Indonesia [ISL].

 

Threaderss Copyright © 2009 Community is Designed by Bie